Euphoria Jalanan
Euphoria Jalanan
Di waktu lampu itu berubah menjadi merah
bocah-bocah kecil berlari
menjemput asa
Memetik gitar
Suara dan senyum meluncur
Kurang merdu
Namun mereka masih berharap
Berharap si pendengar menyukai lagu yang mereka lantunkan
Berharap kepingan uang dapat meluncur
Dan bisa menghidupi dia dihari itu
Tak hanya dia
Tak jarang keluarga pun menanti kepingan logam yang didapatnya
Di sisi lain
Beberapa wanita dan lelaki baya itu duduk di tepi jalan
Mengangkat kedua tangan mereka
Penuh asa akan belas kasih
Penuh asa akan rupiah
Penuh senyum
Tuk hidup
Euphoria yang jadi pemandangan lumrah
24 jam
NB: Itu puisi hasil karya saya lalu dirombak abis sama bu Putri -____-a
Well, You know lah, saya tidak pandai membuat puisi DDX
Yos lah!
Oh iya, saya juga punya puisi kesukaan
Entah karya siapa ini, tapi saya suka :D
Dapet dari blog yang berjudul 'Pojokan Wirajhana.
-
Ludah yang kering
Lihatlah!
masih adakah hati yang berisi?
ketika logika sudah berbau terasi
ketika nurani kian ter-erosi..
di kilatan hujan pesona yang tidak kunjung basi
Lihatlah!
Dendang-an birokrat dan wakil berdasi..
penuh kegiatan sinetron mengejar kursi
Ketika tikus sibuk pesta korupsi
kucing justru giat pamer gusi...
terbuai diempuknya jok mercy
Lihatlah!
Gempita riuhnya demokrasi
menumbuhkan nurani yang semakin membesi
saat Rakyat butuh nasi..
namun justru di kremasi
Labels: Poetry


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home